Cara Mengenalkan Produk Baru Kepada Konsumen Secara Online

Cara Mengenalkan Produk Baru Kepada Konsumen

CEODableg.com, Apakah sobat ceo saat ini sedang mengembangkan bisnis?

Memiliki usaha yang tidak pernah sepi sudah pasti menjadi tujuan setiap orang saat membangun sebuah bisnis/usaha.

Namun menjadikan usaha kita laris manis dan laku keras tidaklah gampang, butuh keahlian (ilmu) dan juga konsistensi dalam menjalankan usaha tersebut. Untuk memulai usaha dan belajar tentang bisnis bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, ditengah perkembangan teknologi digital yang semakin memudahkan kita mencari informasi dan belajar banyak hal.

Memiliki usaha sendiri saat ini sudah semudah membalikkan telapak tangan, kurang dari lima menit kita sudah bisa memiliki usaha/bisnis apapun.

Inilah keuntungan bisnis online (digital), gak perlu pusing sewa tempat, gak perlu repot urus izin sana sini yang rumit, selama produk yang kamu jual tidak menyalahi aturan maka semua akan jauh lebih mudah.

 

Lalu bagaimana kalau kita mau usaha tapi gak punya produk?

Kamu bisa memulai dengan menjadi dropshipper atau reseller saja dulu.

Memulai usaha dropship/reseller sangat menjanjikan untuk pemula yang baru ingin belajar bisnis, karena resikonya relatif kecil dengan penghasilan yang cukup besar.

 

Baca Juga: Cara Mudah Memulai Usaha Dropship

 

Namun di artikel kali ini saya tidak akan membahas mengenai cara memulai usaha, jika sobat Ceo mau belajar gimana caranya memulai sebuah bisnis/usaha bisa cari artikel lain di website ini.

 

Pada pembahasan kali ini, saya akan memberikan tips dan juga trik gimana caranya mengenalkan produk baru kepada konsumen secara online.

 

4 hal Yang perlu kita perhatikan saat ingin mengenalkan produk baru diantaranya adalah: 


1. Jenis Produk Yang Dijual

Coba tentukan, apakah produkmu adalah termasuk produk umum atau produk khusus?

Produk umum adalah produk yang sudah familiar dimata konsumen tanpa menjelaskan spesifikasi secara detail, namun konsumen sudah mengetahui fungsi dan juga manfaat produk tersebut secara umum. Contohnya produk sehari-hari seperti pakaian, bahan makanan/minuman, alat tulis, dan lain-lain.

Jenis produk umum ini identik dengan produk-produk yang terlihat secara fisik, meskipun ada beberapa produk fisik yang juga termasuk dalam jenis khusus misalnya produk fisik  yang sudah diberi inovasi seperti tas anti maling, pena yang bias dihapus, dan produk lain yang sudah mengalami inovasi dalam fungsi dan penggunaannya.


Lalu produk khusus seperti apa?

Produk khusus itu ya kebalikan dari produk umum, produknya masih belum familiar dimata konsumen.

Untuk menjualnya butuh proses yang cukup panjang, karena kita tidak bias langsung menjualnya begitu saja. Karena sifatnya tidak familiar, jadi kalau dijual secara langsung resikonya bisa diabaikan oleh konsumen.

Jenis produk khusus ini identik dengan produk-produk yang biasanya tidak terlihat secara fisik, dalam istilah lainnya adalah produk digital. Contohnya seperti kursus online, aplikasi mobile, software, dan lain-lain.

 

Nah, tugas pertama kita adalah menentukan produk yang kita jual itu masuk ke kategori yang mana? produk umum atau produk khusus?

Jika sudah, mari lanjut ke tahap kedua.

 


2. Target Market

Berbicara tentang target market artinya kita berbicara tentang manusia (konsumen).

Siapa target market yang cocok untuk produkmu?

Atau marketmu butuh produk apa?

Ini adalah salah satu bagian terpenting dalam bisnis (proses marketing), ketepatan dalam memilih target market akan berpengaruh besar terhadap laku tidaknya produk kita.

Banyak orang atau pebisnis pemula yang salah dalam memulai bisnis, mereka menghabiskan banyak waktu mencari produk dulu daripada mencari/menentukan target marketnya.

Padahal jika kita sudah menemukan target market, maka akan sangat mudah mencari produk yang cocok untuk market tersebut. Dibandingkan kita mencari produk terlebih dahulu yang ujung-ujungnya bisa jadi akan perang harga.

Bagaimana menentukan target market yang cocok untuk memasarkan produk baru?

Pada dasarnya sama saja, kamu perlu tau secara mendetail tentang karakterisitik marketmu (konsumen).

Seperti rentang usia, pekerjaanya apa, hobinya ngapain, banyak menghabiskan waktu dimana, dan lain-lain, atau dalam kata lain bisa disebut Buyer Persona.

Semakin detail riset market kita maka semakin baik pula.

Inilah mengapa target market itu sangat penting, bayangkan jika kamu salah dalam mengidentifikasi marketmu, misal kamu jualan jersey Barcelona kepada fans Real Madrid, kan bisa gawat.

Identifikasi Target market (riset market) juga sangat membantu kita dalam menyusun promosi dan juga copywriting atapun sales letter yang cocok nantinya.



3. Channel Promosi (komunikasi)

Channel promosi bisa dikatakan sebagai media komunikasi, antara kita pemilik/penjual dengan para calon pelanggan, tujuannya adalah untuk mengenalkan keberadaan bisnis yang kita jalankan.

Apakah pemilihan media promosi akan berpengaruh terhadap keuntungan usaha?

Jawabannya, tentu sangat berpengaruh.

Lalu gimana cara menentukan channel promosi yang tepat dan efektif untuk bisnis/usaha kita?

 

Saya mengelompokkan channel promosi menjadi 2 tipe secara umum,


   1. Channel Promosi Organik (Gratis)

Kalau bicara yang gratis-gratis seru nih biasanya, hehe

Ditahapan sebelumnya, kita sudah melakukan riset market kan, dari hasil riset tersebut tentu kita sudah banyak mendapatkan data.

Intinya, dimana market kita berkumpul, disitulah kita hadir.

Misal marketmu adalah ibu-ibu, mungkin facebook adalah channel promosi yang paling tepat untuk mendapatkan banyak calon pembeli.

Jika marketmu relatif anak-anak muda (milenial), mungkin kamu bisa mengoptimalkan Instagram untuk mengumpulkan basis penggemar, bisa juga aktif di forum-forum komunitas diskusi.

Selain menentukan channel promosi berdasarkan rentang usia, kamu juga harus mempelajari kebiasaan mereka. Karena tidak semua ibu-ibu main facebook, dan tidak semua anak muda main Instagram.

Bahkan sekarang ada Channel baru yaitu TikTok yang sedang viral dan patut untuk dicoba.

 

Kamu juga bisa menentukan channel promosi berdasarkan produk yang kamu jual.

Missal produkmu adalah produk kecantikan, kemungkinan besar marketmu ada di Instagram. Karena karakteristik penggunanya adalah selalu ingin tampil sempurna di depan mata penggemar/followernya.

   

Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Sosial Media Sebagai Channel/Media Promosi Bisnis


    2. Channel Promosi Berbayar (Iklan/endors)

Sama seperti channel promosi yang gratian, di channel promosi berbayar juga masih menggunakan media social juga kok, bedanya adalah kita mengeluarkan biaya.

Namun ada sedikit penambahan, yaitu system endorsement.

Kalau yang belum tau apa itu endorsement, endorsement adalah upaya/dukungan (influencer) terhadap suatu hal (produk) yang telah disepakati dengan tujuan tertentu.

Produk tidak harus barang ya, bisa saja berupa kegiatan atau kampanya social, dan lain-lain.

 

Untuk channel promosi berbayar, secara umum saya kelompokkan menjadi 2, yaitu Platform Media Sosial dan Influencer.

 

Untuk Platform media social ini ada banyak, namun kita gak perlu menggunakan semuanya, cukup minimal 1 paltform media social saja namun benar-benar kita optimalkan.

Ada 4 platform media sosial berbayar yang paling umum adalah Facebook ads (Facebook business), Instagram ads (sudah termasuk di Facebook business), dan juga Google ads (adword), dan yang sedang viral saat ini adalah TikTok ads.   

 

Sobat Ceo bisa membaca artikel tentang tips memilih promosi di facebook ads atau google ads jika ingin tau lebih dalam.

 

Oke sob, kita sudah bahas 2 Channel Promosi untuk bisnis/usaha, pilihan tetap saya serahkan kepada teman-teman semua. Mau pakai yang gratisan silahkan, atau yang berbayar silahkan, mau pakai keduanya? Itu lebih bagus.

Selama kita serius mempelajarinya, konsisten mempraktekkan setiap ilmunya, percayalah bahwa hasilnya pasti akan baik.



4. Funneling

Apa itu funnel?

Sudah pernah dengar tentang istilah apa funnels Marketing atau Marketing Funnel?

Marketing Funnel adalah rangkaian proses mulai dari edukasi/mengenalkan produk (awareness) kepada pelanggan/calon konsumen sampai terjadinya transaksi.

 

Contoh, misal kita jualan obat herbal pencegah virus, atau juala vitamin


Gimana cara kita mengenalkan produk tersebut ke konsumen? Ini berkaitan dengan pembahasan kita diatas mengenai jenis produk, riset market, dan channel promosi.

Setelah mereka tau dan paham (aware) kalau produk kita itu bagus, mampu memberikan value sesui yang mereka harapkan, maka mereka akan membelinya atau minimal berpikir untuk membelinya. Inilah tugas kita.

Saat mereka ingin memebeli kita arahkan kemana?

Ke marketplace (shopee/tokopedia)?

ke WhatsApp? Atau mungkin kita arahkan ke website toko online kita sendiri?

 

Tentu prosesnya akan sangat panjang, itulah yang di maksud marketing funnel, dengan begitu kita bisa mengkoreksi setiap langkah/bagian mana yang kurang efektif.

Contoh,

Banyak konsumen yang hanya melakaukan order anggap saja ada 100 orderan, namun yang bayar (closing) hanya 5 bahkan gak sampai 10%.

Apa masalahnya kok penjualan sepi padahal pengunjungnya banyak?

Coba kita koreksi, bisa jadi saat mereka membuka tokomu di shopee mereka menemukan toko lain yang lebih meyakinkan, inilah kelemahan berjualan di marketplace. Coba kamu cari usaha yang modal kecil yang belum banyak pesaing supaya meminimalisir terjadinya gagal order.

Atau mungkin saat mereka melakukan order via WhatsApp, respon kamu kurang cepat dan bahasanya terlalu cuek, dan lain-lain.

Jika kamu punya website toko online sendiri, mungkin loading websitemu terlalu lemot sehingga mereka keburu kabur.


 Baca Juga: Cara Mudah Membuat Website Yang Menarik


Dan masih banyak lagi masalah-masalah yang bisa kita koreksi.

Inilah manfaat dan kegunaan marketing funnel dalam pengembangan bisnis/usaha yang kita jalankan.  

 

Sudah paham kana pa yang dimaksud dengan marketing funnel (sales funnel)?

Jika belum paham dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan komentar dibawah ya, kita diskusi bareng.

 

 

Sekedar tips dan saran dari saya,

Mulailah bisnis/usahamu dari sekarang, jangan ragu mau jualan apa, gak punya produk dan gak punya modal bukan lagi alasan buat kita takut berbisnis.

Gak punya produk? Kamu bisa coba Dropship saja dulu,

Gak punya modal? Selama kamu punya HP Android dan Kuota Internet pasti bisa kok, banyak cerita sukses orang-orang yang sukses dalam bisnis cuma modal HP.

Banyak sekali peluang usaha rumahan yang modalnya minim, modal 50 ribu atau dibawah 300 ribu sekalipun sudah bisa membuka usaha. Kalian bisa mulai dengan mencari usaha yang pesaingnya tidak terlalu banyak.

Intinya adalah mau belajar dan jangan takut.

 

Sampai jumpa di artikel selanjutnya, semoga kita semua diberikan kemudahan dalam segala urusan.

Belum ada Komentar untuk "Cara Mengenalkan Produk Baru Kepada Konsumen Secara Online"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel