10 Cara Menghasilkan Uang Dari Hobi Secara Online

Pernahkah kamu berpikir bagaimana caranya menghasilkan uang dari hobi?

Bisa mendapatkan penghasilan dari hobi adalah suatu hal yang sangat asyik, ibarat kita dibayar atas kesukaan kita sendiri. Menarik bukan?

Bekerja berdasarkan hobi sangat banyak manfaatnya, yang terpenting adalah kita akan mengerjakannya dengan sepenuh hati dan tanpa rasa bosan tentunya.

Lalu apa saja kita-kiat atau cara supaya kita bisa menghasilkan uang dari hobi?

Simak 10 tips cara menghasilkan uang dari hobi yang telah kami rangkum dibawah ini.


Menghasilkan uang dari hobi

Photo by Tea Creative │ Soo Chung on Unsplash


Kenali dan Deskripsikan Hobi

Langkah pertama tentu kita harus tau dulu, apa hobi kita?

Tidak semua hobi bisa kita jadikan konten nantinya, tentu hobi yang kita pilih harus benar-benar hobi yang memang kita kuasai, istilah gampangnya hobi yang memang sudah menjadi bakat. Dengan begitu kita akan mudah untuk mengembangkannya.

Tapi tidak perlu khawatir jika kamu tidak terlalu handal atau jago dalam hobi tersebut, minimal kita tau benar-benar sangat menyukainya.

Coba kamu tulis apa yang menjadi hobimu sekarang, pastikan kamu benar-benar menyukainya. Jika kamu menguasainya maka itu akan jadi nilai tambah. Dan jangan lupa untuk benar-benar mendeskripsikannya.

Contoh,

Misal kamu hobi menggambar,

Apakah kamu benar-benar bisa menggambar atau sekedar iseng coret-coret saja?

Objek apa yang biasa kamu gambar?

Dengan apa kamu menggambarnya?, misal menggunakan canvas lukis, komputer/laptop, Smartphone, buku gambar, dan lain-lain.

Pokoknya deskripsikan sedetail mungkin tentang hobimu tersebut, anggap saja kamu seorang HRD yang sedang mewawancarai calon pekerja. Jadi kamu bertanya dan dijawab sendiri, heheh.

Tidak masalah, yang penting kamu memang benar-benar menyukainya, soal tingkat kemahiran itu nanti bisa diatasi.

 

Lakukan Riset Market

Langkah kedua setelah mengenali apa hobimu, sekarang kita mulai meriset atau mencari data.

Data apa?

tentu data pasar (riset market),

pasar disini bukan berarti seperti pasar sayur atau pasar minggu ya, hehe

Yang dimaksud riset market adalah kegiatan menganalisa dan juga mengumpulkan data sebanyak mungkin dari berbagai sumber yang kemudian akan kita olah menjadi sebuah data yang terverifikasi dan tersusun rapi. Sehingga bisa kita jadikan sebagai acuan dan juga perbandingan untuk menentukan kemana kita akan menjual atau menawarkan produk (hobi) tersebut.

Intinya adalah,

Kita harus tau siapa yang akan menjadi penikmat hobi kita nanti, misal hobimu adalah menggambar kira-kira siapa yang akan melihat gambarmu?

Dengan tau siapa yang akan jadi target market, maka akan mudah pula menentukan dan memilih platform apa yang akan kita jadikan wadah publikasi (channel promosi), ini akan kita bahas lengkap dibawah.

Karena tujuan kita adalah menghasilkan uang dari hobi, maka konsepnya seperti kita akan berjualan. Dimana ada keramaian disitu kita buka lapak (bukan ecommers ya).

Diamana kita bisa melakukan riset market?

Ada banyak caranya,

Tapi kita cukup menggunakan dua cara saja yaitu menggunakan Google dan juga Facebook, dua raksasa digital tersebut saja sudah lebih dari cukup untuk kita memperoleh data market.

Dengan google, kamu bisa menggunakan fitur yang namanya Google Trends, Google Autocomplete, dan juga Keyword Planner.

Contoh google trends


Contoh penggunaan google trends


Lalu lakukan riset juga di Facebook, tentu sudah termasuk Instagram juga ya.

Jika diperlukan, kamu juga bisa melakukan riset di TikTok, Snack Video, dan lain sebagainya sesuaikan saja. Semakin banyak riset maka semakin bagus.



Persiapkan dan Cek Kelengkapan Alat

Ditahap ini, tentu kita sudah tau hobi apa yang akan kita buat (jual), selanjutnya adalah mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan.

Karena dalam contoh diatas adalah hobi menggambar, maka peralatan yang dibutuhkan adalah peralatan menggambar dong, hehe.

Buku gambar, canvas lukis, dan lain-lain pastikan kita mencatat semua yang dibutuhkan.

Dan yang tak kalah pentingnya, jangan lupa mempersiapkan peralatan untuk mendokumentasikan aktifitas menggambar tersebut. Seperti kamera, lampu/pencahayaan, dan microphone.

Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, kita gak perlu pusing, sebenarnya cukup bermodalkan smartphone (HP) harga 1jutaan saja sudah bisa dipakai untuk mendokumentasikan semua kegiatan kita.

Jadi gak perlu mengeluh jika belum punya peralatan yang “mahal”, karena tekad yang kuat jauh lebih penting. Sehingga kita akan lebih kreatif dalam berkarya meski dengan peralatan seadanya. 

Untuk cara dan tutorial merekam (mendokumentasikan) kegitan kita dengan baik, silahkan cari di internetatau youtube banyak kok.  Yang penting jangan malas belajar dan mencari informasi ya. 


Tentukan Platform Publikasi (Channel Promosi)

Setelah kita berhasil membuat sebuah konten, selanjutnya kita perlu mempublikasikannya.

Disinilah kesabaran dan ketekunan kita yang sebenarnya akan diuji karena apa yang akan kita publish belum tentu akan dilihat orang, tapi jika tidak dicoba ya siapa yang tau?

Sebelumnya kita sudah melakukan riset market tentang kriteria penikmat karya kita, jika sudah melakukan riset market tentu saat ini kamu sudah tau dimana mereka (konsumen) berkumpul kan?

Secara garis besar, ada 3 cara bagaimana kontenmu akan dinikmati oleh orang lain, yaitu

Dibaca/dilihat, didengar, atau dilihat dan didengarkan.

Contoh yang hanya bisa dilihat saja ya seperti blog/website yang isinya tulisan atau gambar.

Contoh yang hanya bisa didengar seperti audio MP3 (misal rekaman pembicaraan/lagu) dan podcast (lebih seperti radio), dimana hanya bisa di dengarkan saja.

Lalu contoh yang mengkombinasikan keduanya adalah video, ya video yang saat ini memamng sedang menjadi tren, seperti YouTube, TikTok, SnackVideo, dan lain-lain.

Saya lebih merekomendasikan untuk membuat konten berupa video, karena memang tren saat ini orang lebih gemar menonton dibandigkan membaca ataupun sekedar melihat saja.

Dengan konten berupa video juga nanti akan sedikiti lebih mudah dalam hal monetisasi (menghasilkan uang dari hobi) secara online.

Tapi ini tergantung kontennya seperti apa, gak semua bisa dibuat video, tentu kamu sudah tau harus seperti apa kontenmu akan dipublikasikan nantinya.

Jika kamu merasa kurang percaya diri untuk berbicara di depan kamera, mungkin kamu bisa memulai dengan sebuah website, yang kemudian kamu isi tulisan-tulisan didalamnya.

Selain tulisan, kamu juga bisa kok mengisi websitemu dengan konten video, jadi gak perlu khawatir.  


Buat Jadwal Rutin dan Konsisten

Ditahap ini kita sudah memiliki sebuah konten yang telah dipublikasikan, entah itu berupa video atau blog/website.

Saya asumsikan kamu memilih YouTube sebagai platform publikasi konten-konten yang telah dibuat.

Lalu apa yang perlu dilakukan?

Setelah konten pertama kita buat selanjutnya adalah membuat jadwal secara rutin. Kapan kita akan membuat konten kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya?

Buatlah jadwal sedetail mungkin, mulai dari kapan, apa, dan seperti apa hasilnya. Dan yang terpenting adalah kamu harus konsisten menjalankan jadwal yang sudah dibuat, jangan pernah sekalipun mengingkari jadwal yang sudah dibuat sendiri.

Tetaplah konsisten apapun hasilnya!.


Kembangkan Hobi Menjadi Keahlian

Sekarang tentu kamu sudah memiliki data sendiri, entah itu data penonton, pembaca, atau penggemarmu sendiri. Kalau istilah kerennya adalah engagement, yang berupa interaksi dari penonton terhadap konten kita.

Sedikit banyaknya pasti saat ini kamu seharusnya sudah memiliki data tersebut, jika belum ada berarti kamu belum menjalankan tahapan-tahapan diatas seperti yang sudah dijelaskan.

Masih berminat menghasilkan uang dari hobi secara online?

Kalau masih, ayo kita lanjut.

Data tersebut bisa kita gunakan loh, kita bisa menggunakannya untuk mengukur sejauh mana kualitas konten yang kita publikasikan.

Terus kembangkan konten yang kita buat, tingkatkan terus konten yang kita buat tersebut menjadi semakin berkualitas. Bukan sekedar kualitas grafisnya saja tapi isinya juga harus semakin berkualitas.

Lakukan secara berthap. 


Perbanyak Jaringan (Networking)

Sekarang konten yang kita buat sebelumnya bukan lagi hanya sekedar konten yang mendokumentasikan hobi saja, tapi sudah menjadi sebuah bisnis.

Selamat kamu sudah memiliki sebuah bisnis yang dibuat berdasarkan hobi, asyik kan?

Dalam mengembangkan sebuah bisnis tentu tak lepas dari peran penting orang lain dalam prosesnya. Untuk itulah kita perlu sebuah lingkungan kerja yang tepat pula.

Mulailah mencari teman ataupun partner yang bisa memberikan masukan dan juga referensi terhadap konten/karya yang sudah dibuat. Ini sangat penting, karena lingkungan kerja sangat mempengaruhi hasil.

Banyak-banyak belajar dari para senior ataupun teman-teman yang sudah lebih dulu terjun di dunia yang sedang kita tekuni saat ini.

Bukan berarti melibatkan mereka dalam bisnis kita ya, mungkin cukup dijadikan sebagai referensi saja tidak masalah.

Kamu juga bisa menjadikan penggemar/penonton setiamu sebagai partner, mereka adalah orang-orang yang paling tau tentang kualitasmu yang sebenarnya.


Lakukan Kolaborasi

Jika sudah ada ditahap ini, itu artinya kamu sudah cukup tekenal ya, hehe

Setidaknya jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali memulai menghasilkan uang dari hobi.

Terkadang ada kalanya kita akan mengalami rasa kebosanan atau kehabisan ide, ya itu sih wajar saja apalagi konten yang kita buat sudah banyak.

Dengan berkolaborasi bisa dijadikan salah satu jalan keluarnya, coba hubungi siapa saja orang yang memungkinkan untuk berkolaborasi denganmu. Inilah pentingnya punya networking yang luas, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Manfaat kolaborasi ini banyak sekali, bukan sekedar menambah ide saja tapi juga bisa dijadikan trik (strategi) untuk semakin mengembangkan bisnis kita loh.

Misal kamu berkolaborasi dengan si A, itu artinya kamu berpeluang mendapatkan traffic/penggemar/penonton baru dari si A. Menarik kan?


Evaluasi Hasil, Konten, dan Perkembangan

Apapun kegiatan atau pekerjaan yang sedang kamu lakukan, jangan pernah lupa untuk selalu melakukan evaluasi.

Kapan evaluasi dilakukan?

Tidak ada waktu/jadwal pasti kapan evaluasi harus dilakukan, yang pasti jika kamu wajib mengevaluasi semua pekerjaanmu baik itu sebelum dipublikasikan ataupun setelah dipublikasikan.

Apa tujuan dan manfaat dari evaluasi?

Tentu banyak sekali manfaatnya,

Dengan melakukan evaluasi kamu bisa mengetahui bagian-bagian mana yang hasilnya kurang baik, dan bagian mana yang memiliki hasil terbaik.

Dengan begitu ini akan bermanfaat untuk progress kita kedepannya, jangan sampai kita mengulangi hal-hal yang hasilnya kurang baik. Dan tentunya kita juga harus mencari solusi untuk hasil yang kurang baik tersebut, jangan hanya dibiarkan saja. 


Selalu Lakukan Inovasi dan Improvisasi

Tips terakhir untuk kamu yang ingin menghasilkan uang dari hobi adalah dengan selalu melakukan inovasi dan improvisasi.

Jangan pernah remehkan bagian ini ya, banyak loh contoh nyata bisnis yang ‘hancur’ (bangkrut) dikarenakan telat berinovasi.

Jangan karena merasa saat ini sedang laris manis, atau sedang naik daun lalu menganggap gak perlu berinovasi. Ini gawat banget, cepat atau lambat kamu bisa 'dimakan' oleh kompetitormu diluar sana yang mungkin saat ini sedang berinovasi.



Pesan Motivasi Dari CEOdabelg

Setiap manusia dilahirkan didunia ini pasti sudah dibekali kelebihan dan kekurangan oleh Tuhan.

Kamu tidak perlu merasa iri atau minder dengan orang lain yang kamu anggap lebih darimu.

Yang pelu kamu lakukan cukup kenali apa kelebihan dan keuranganmu, kembangkan kelebihan yang kamu miliki dan temukan cara untuk menutup kekuranganmu.

Menghasilkan uang dari hobi itu sangat mengasyikkan, tapi tidak akan semudah itu jika tujuannya adalah uang.

Jadi kesimpulannya, lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tentukan arah dan tujuanmu, kerjakan dengan tekad kuat pantang menyerah dan konsisten.

Apapun yang terjadi kedepannya, percayalah terhadap kemampuanmu sendiri dan percayalah dengan takdirmu sendiri. Karena Cuma diri kita sendiri yang mampu merubah mau seperti apa kita dimasa depan.

Tetap semangat!.

Belum ada Komentar untuk "10 Cara Menghasilkan Uang Dari Hobi Secara Online"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel